MANGROVICATION – 地ç�ƒ ã‚’ 守る ã�Ÿã‚�ã�« (CHIKYUU WO MAMORU TAME NI)

Ohayouu. Minna ogenki desuka? genki lah yaaa.. Ohiya, kali ini Mimin mau ngebahas tentang Mangrovication nih. apaan sih itu? Mangrovication itu program kerja gabungan antara kita sebagai Himawari dan EDSA yang merupakan Himpunan Mahasiswa dari Sastra Inggris. Tujuan acara ini sendiri adalah cara penanaman mangrove dan tanggap bencana. Program ini bertujuan untuk
melindungi bumi atau lebih di perkecil skalanya untuk melindungi garis pantai. Chikyuu wo Mamoru Tameni  ã€Œåœ°ç�ƒã‚’守るã�Ÿã‚�ã�«ã€�sendiri artinya “untuk melindungi bumi”

Acara Mangrovication ini berlangsung tanggal 28 dan 29 November 2015 (2 hari 1 malam). Kegiatan berlangsung di Pantai Maron dan sekitarnya. Peserta sampai di lokasi sekitar jam setengah delapan pagi dan langsung digelar upacara pembuka yang dihadiri oleh Bpk. Arya Jati dosen dari EDSA yang menggantikan Bpk. Alam karena sedang ada urusan pada hari itu.

Upacara Pembukaan Acara Mangrovication


Peserta Acara Mangrovication


Setelah acara resmi dibuka, peserta diajarkan cara mendirikan tenda dipandu oleh kakak dari BPBD Penanggulangan Bencana, Badan SAR Nasional, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial. Setelah itu ada materi dari kakak kakak PMI mengenai bagaimana memberikan pertolongan pertama pada korban kecelakaan. Materi yang sangat bermanfaat dan bisa ditangkap dengan mudah karena benar benar langsung dipraktekkan dan diharapkan jika melihat kecelakaan, kita bisa langsung memberikan pertolongan pertama langsung pada korban dan menghindarinya dari kondisi kritis.

Praktek Pertolongan Pertama Pada Korban Kecelakaan


Setelah itu materi berikutnya adalah sharing dari kakak BASARNAS (Badan SAR Nasional) penganggulangan bencana dan cara cara menanggulangi bencana khususnya bencana disekitar garis pantai. Lalu setelah itu para peserta dibuat kelompok dan membuat karya menggunakan bahan bekas yang dapat ditemukan disekitar pantai yang bertujuan untuk recycling sampah sampah yang ada disekitar pantai.


Peserta Membuat Bahan Daur Ulang dari Sampah

Setelah itu saat hari sudah memasuki waktu sore dibukalah dapur umum. Para peserta membuat masakan berdasarkan bahan dan alat yang tersedia. setelah acara masak memasak selesai, matahari sudah terbenam dan para peserta beserta panitia menikmati makan malam dari masakan di dapur umum. Setelah itu ada api unggun tapi karena sempat hujan maka api unggunnya sempat tertunda tapi akhirnya tetap dinyalakan. dinyalakannya api unggun sekaligus menjadi tanda berakhirnya aktivitas di hari pertama. Peserta dan panitia langsung beristirahat dan mempersiapkan untuk hari esok.

Dapur Umum

Hari berikutnya jam 8 pagi para peserta berjalan sekitar 1km dari pantai untuk menanam mangrove di tempat pengembangbiakannya. 

Menanam Mangrove


Para peserta menanam dengan antusias dan setelah semua bibit ditanam, para peserta kembali ke pantai untuk mendapatkan materi terakhir yaitu cara dan metode penyelamatan pada korban yang tenggelam. Setelah materi selesai peserta langsung dituntut untuk mempraktekkan di laut dipandu oleh kakak kakak dari SATGAS Penanggulangan Bencana. Setelah itu semua bersiap untuk pulang dan berakhirlah acara Mangrovication yeayyy :))

Menarik bukan?
Nah kewajiban kita sebagai manusia sepatutnya menjaga dan melestarikan alam ini. Karena Tuhan dan alam telah memberikan yang terbaik untuk kita maka kita juga harus sebaik-baiknya menjaga alam ini.


Oke minna-san begitulah keseruan dari acara HIMAWARI bekerjasama dengan EDSA kali ini. Semoga kalian terinspirasi yaaa, salam HIMAWARIors!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *