Jasamu teramat besar untukku.
Engkau rela gantung nyawa saat mengeluarkanku.
Darah dan lelahmu menjadi saksi biru hebatnya cintamu.
Sampai menjadi abu sekalipun.
Kutetap tiada bisa membayar lunas jasam.
uEngkau terlalu besar berkorban untukku.
Wahai ibu maafkan aku.
Aku berbuat salah.
Aku menyakiti hatimu dengan tingkahku.
Aku minta maaf ibu.
Engkau adalah segalanya untukku.
Gunung uang tidak akan bisa membelimu.
Tidak, tidak ada materi yang bisa menukarmu.
Ibu jika nanti aku sukse.
sAku berjanji akan membahagiakanmu.
Tidak akan aku biarkan hidupmu merana.
Akan kujaga kau hingga ujung nyawaku
Jasamu ibu.
puisi untuk ibu karya: Rayhandi
Engkau rela gantung nyawa saat mengeluarkanku.
Darah dan lelahmu menjadi saksi biru hebatnya cintamu.
Sampai menjadi abu sekalipun.
Kutetap tiada bisa membayar lunas jasam.
uEngkau terlalu besar berkorban untukku.
Wahai ibu maafkan aku.
Aku berbuat salah.
Aku menyakiti hatimu dengan tingkahku.
Aku minta maaf ibu.
Engkau adalah segalanya untukku.
Gunung uang tidak akan bisa membelimu.
Tidak, tidak ada materi yang bisa menukarmu.
Ibu jika nanti aku sukse.
sAku berjanji akan membahagiakanmu.
Tidak akan aku biarkan hidupmu merana.
Akan kujaga kau hingga ujung nyawaku
Jasamu ibu.
puisi untuk ibu karya: Rayhandi
Pengorbanan ibu untuk kita memang tiada batasnya. Di hari yang berbahagia Bidang Pengabdian Masyarakat HMJ Sastra Jepang Undip menyelenggarakan sebuah apresiasi terhadap Ibu dalam Peringatan Hari Ibu pada 22 Desember 2015 yang dilaksanakan pada 17 Desember 2015. Kegiatan mengalami pemajuan hari dikarenakan hari H (re : 22 Desember 2015) sudah memasuki libur semester genap. Kegiatan ini bertujuan untuk mengingat dan mengapresiasi kehadiran ibu di hidup kita. Pengabdian Masyarakat HMJ Sastra Jepang Undip mengadakan pemberian bunga mawar kepada seluruh ibu yang ada di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro. Mulai dari Dosen, Staff, dan seluruh elemen di FIB. Pembagian bunga ini disertai juga dengan penulisan harapan-harapan Ibu terhadap anak-anaknya maupun anak didiknya. Bermacam harapan dipanjatkan oleh mereka.
.
.
Apresiasi dalam kegiatan ini pun sangat positif. Para ibu di lingkungan FIB pun mengaku setiap tahun mereka menanti-nanti kegiatan Peringatan Hari Ibu ini. Mereka sangat terharu dan mereka menjadi merasa lebih dihargai. Terharu ya minna-san :’)
Yuli Sensei 🙂
Semoga kedepannya kegiatan serupa akan tetap ada. Dan pada hakikatnya hari Ibu tidak hanya jatuh pada 1 hari saja tetapi setiap hari ada hari Ibu 🙂
Terima kasih ibu
Berkatmu aku hidup
Bisa merasakan pahit manis hidup
Mengenal bahagia dan merana
Terima kasih untukmu wahai ibu..
Berkatmu aku hidup
Bisa merasakan pahit manis hidup
Mengenal bahagia dan merana
Terima kasih untukmu wahai ibu..









