Launching Program S1 Sastra Jepang Universitas Diponegoro

Semarang, undip.ac.id – Lulusan program S1 Sastra Jepang mempunyai peluang kerja yang sangat bagus, banyak perusahaan Jepang yang berinvestasi di Indonesia membutuhkan tenaga kerja yang mempunyai keahlian bahasa Jepang
Hal tersebut mengemuka di Launching Program Studi S1 Sastra Jepang, di Hall Pascasarjana Undip Pleburan, Sabtu 24 April 2010, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Undip, Nurdien H. Kristanto menjelaskan peluang kerja tersebut dapat diperoleh di sektor Tourism, pengajar, staff di Japan Company. Selain itu Dekan FIB Undip juga menyampaikan bahwa Surat Keputusan tentang ijin penyelenggaraan program studi ini terbit tanggal 30 Oktober 2009 dalam artian pada tahun 2010 S1 Sastra Jepang sudah bisa melaksanakan program belajar mengajar. “Jumlah kursi yang kita alokasikan untuk peminat S1 Sastra Jepang ini cukup besar, jumlahnya sampai 120 kursi, pendaftar bisa masuk melalui jalur Ujian Mandiri 1, SNMPTN dan Ujian Mandiri 2″ Ungkapnya saat memerikan keterangan pers setelah acara launching. ” Selain itu di jamin semua seleksi akan diaksanakan jujur dan terbuka, hal tersebut dilakukan untuk menjaring calin mahsiswa yang benar-benar berkualitas” tandasnya.
“Pendirian program S1 Sastra Jepang ini adalah keberhasilan segenap akademika FIB Undip, rintisan kerjasamanya sudah dijalin sangat lama, baik dengan atase kebudayaan Jepang Kedutaan Besar Jepang di Indonesia dan juga dengan perusahaan serta Foundation Jepang” Imbuh Nurdien. “Selain itu juga untuk menaikkan pemeringkatan Undip di World Class University (WCU) melalui rintisan kerjasama internasional” Tegasnya
“Kerjasamanya sendiri sudah dilakukan sejak tahun 1999 dimulai dengan pendirian D1 Bahasa Jepang dan kemudian pada tahun 2003 dikembangkan dengan pembukaan D3 Bahasa Jepang Undip, saat itu ada bantuan tenaga native speaker dari kebudayaan Jepang dengan sertifikat Silver Expert, dan untuk tahun 2010 ini yang akan membantu mengembangkan program S1 Sastra Jepang FIB Undip akan di bantu Silver Expert Asadha Ichiko dan juga Volunteer dari Nagoya University Japan, dalam setiap tahunnya FIB Undip juga rutin menggelar Festival Kebudayaan Jepang di Semarang” jelasnya. “Intinya pembukaan Prodi S1 Sastra Jepang ini adalah perluasan dan pendalaman kerjasama dengan Kedubes Jepang” papar Nurdien
Sementara itu Ketua Panitia Launching, Budi Mulyadi menjelaskan kegiatan ini adalah menandai awal operasional kegiatan perkuliahan S1 Sastra Jepang, kemasan launchingnya memang sengaja kita buat seunik dan semenarik mungkin, selain pembukaan launching sendiri oleh pimpinan Universitas akan dilanjutkan sesi diskusi tentang memanfaatkan peluang kerjasama dengan Jepang, selain itu yang paling menarik adalah pertujukkan tarian tradisional Jepang yang semua diperagakan oleh mahasiswa Indonesia” ungkapnya sebelum pembukaan acara
Sedangkan di tempat yang sama Humas Undip Agus Naryoso, ketika dimintai konfirmasi tentang kesiapan Prodi S1 Sastra Jepang ini menjelaskan bahwa tidak ada masalah yang cukup berarti semua sudah disiapkan mul dari dosen hingga fasilitas perkuliahan. “Dosen tetap yang mengajar di S1 Sastra Jepang ada 7 (tujuh) orang di tambah dengan native speaker dan voluenter, perlu diketahui bahwa semua pengajar sudah lulus dan mempunyai sertifikasi Noryuku Shiken (seperti TOEFL) level 1 dan 2” jelas Agus
“Bahkan mereka semuanya sebagian sudah menyelesaikan magister dan beberapa dosen juga akan lulus S2, pengalamannnya tidak perlu diragukan” tambah Agus
“Dosen tersebut juga terbiasa mengajar di perusahaan Jepang, salah satunya di PT Metec perusahaan Jepang di Indonesia, untuk memberikan pelajaran Bahasa Jepang bagi karyawan yang akan dikirim tugas ke Jepang” katanya
Mengenai biaya studi Agus memberikan keterangan Tidak mahal dan semuanya relatif terjangkau, mereka yang diterima SNMPTN cukup membayar SPP, PRKP dan SPI sedangkan yang diterima melalui jalur UM II di tambah SPMP. “selain itu banyak beasiswa yang bisa dimanfaatkan dari Bidik Misi hingga Beasiswa dari Jaica atau Japan Foundation” ungkapnya. ” Mahasiswa yang berprestasi secara akademis dan mempunyai pengetahuan yang baik tentang budaya, bahasa dan masyrakat Jepang memiliki kesempatan Untuk mendapatkan beasiswa Genesis” Tambahnya
Sementara itu dalam pelaksaan diskusi salah satu pembicara, Masaki Tani, Direktur Bagian Informasi Kebudayaan Kedubes Jepang menginformasikan bahwa jumlah masyarakat Indonesia yang melanjutkan studi di Jepang masih relatif sedikit hanya sekitar 2.000 mahasiswa, sedangkan China mencapai 80.000 orang, Korea Selatan 20.000 mahasiswa dan Vietnam 3.200 mahasiswa. “Padahal banyak sekali kesempatan beasiswa yang bisa diperoleh oleh masyarakat Indonesia melalui situs www.jasso.com” ungkapnya “Selain itu juga ada beberapa beasiswa yang disediakan perusahaan-perusahaan besar Jepang’ jelasnya.
Sumber : http://www.undip.ac.id/index.php/launching-program-s1-sastra-jepang.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *